PERATURAN 8 (LAMANYA PERTANDINGAN)
F WAKTU UNTUK TIME-OUT
Setiap Tim berhak
meminta waktu untuk Time-out selama satu menit disetiap babak, kondisi berikut
dapat diberlakukan untuk mendapatkan Time-out:
- Para pelatih tim diberikan wewenang meminta kepada pencatat waktu untuk time-out selama satu menit.
- Time-out selama satu menit dapat diminta setiap saat, tetapi hanya diperkenankan jika Tim tersebut memegang bola (menguasai bola).
- Pencatat waktu dapat memberikan ijin untuk time-out ketika bola tidak dalam permainan dengan menggunakan peluit atau bunyi sinyal lainnya berbeda dari yang digunakan oleh wasit.
- Ketika time-out diberikan, para pemain harus tetap berada didalam lapangan. Jika selama masa time-out itu mereka ingin menerima instruksi dari ofisial tim, cara ini hanya dapat dilakukan hanya pada garis pembatas lapangan (garis samping) – yang sejajar dengan tempat duduk Tim dan pemain cadangan. Ofisial yang memberikan instruksi tidak boleh memasuki lapangan.
- Tim yang tidak meminta time-out pada babak pertama, pada babak kedua tim tersebut hanya berhak mendapatkan satu kali time-out.
- Para pelatih tim diberikan wewenang meminta kepada pencatat waktu untuk time-out selama satu menit.
- Time-out selama satu menit dapat diminta setiap saat, tetapi hanya diperkenankan jika Tim tersebut memegang bola (menguasai bola).
- Pencatat waktu dapat memberikan ijin untuk time-out ketika bola tidak dalam permainan dengan menggunakan peluit atau bunyi sinyal lainnya berbeda dari yang digunakan oleh wasit.
- Ketika time-out diberikan, para pemain harus tetap berada didalam lapangan. Jika selama masa time-out itu mereka ingin menerima instruksi dari ofisial tim, cara ini hanya dapat dilakukan hanya pada garis pembatas lapangan (garis samping) – yang sejajar dengan tempat duduk Tim dan pemain cadangan. Ofisial yang memberikan instruksi tidak boleh memasuki lapangan.
- Tim yang tidak meminta time-out pada babak pertama, pada babak kedua tim tersebut hanya berhak mendapatkan satu kali time-out.
F JARAK WAKTU ISTIRAHAT
Waktu istirahat antar
babak tidak boleh lebih dari 15 menit.
KEPUTUSAN DAN
PENUGASAN
F KEPUTUSAN 1
Jika Pencatat waktu
tidak ada, pelatih minta time-out kepada wasit.
F KEPUTUSAN 2
Jika peraturan
kompetisi menetapkan bahwa perpanjangan waktu dilaksanakan pada akhir dari
waktu normal, maka tidak ada time-out selama perpanjangan waktu (extra time)
tersebut.
PERATURAN 9 (MEMULAI dan MEMULAI KEMBALI
PERMAINAN)
F PENDAHULUAN
Pemilihan tempat
diputuskan melalui lemparan koin. Tim yang menang pada lemparan koin memutuskan
gawang yang ingin diserang pada babak pertama pertandingan tersebut.
Tim lainnya melakukan
tendangan pada babak pertama untuk memulai pertandingan.
Tim yang memenangkan
lemparan koin melakukan tendangan pertama untuk mulai pertandingan dibabak
kedua.
Pada babak kedua dari
pertandingan, Tim-tim berpindah tempat (bench), dan menyerang gawang lawan.
F TENDANGAN PERMULAAN (KICK-OFF)
Kick-off adalah cara
untuk memulai permainan:
- Pada permulaan babak pertama pertandingan.
- Setelah gol tercetak/tercipta.
- Pada permulaan babak kedua dari pertandingan.
- Pada permulaan masing-masing periode perpanjangan waktu, jika dilakukan.
- Gol dapat dicetak/tercipta langsung dari kick-off.
- Pada permulaan babak pertama pertandingan.
- Setelah gol tercetak/tercipta.
- Pada permulaan babak kedua dari pertandingan.
- Pada permulaan masing-masing periode perpanjangan waktu, jika dilakukan.
- Gol dapat dicetak/tercipta langsung dari kick-off.
PROSEDUR
- Seluruh pemain berada dalam setengah lapangannya sendiri. Lawan dari tim yang melakukan kick-off paling kurang 3 m dari bola hingga bola sudah dalam permainan.
- Bola ditempatkan dititik tengah lapangan.
- Wasit memberikan isyarat untuk memulai kick-off.
- Pada saat memulai pertandingan kick-off yang sah, apabila bola ditendang dan bergerak kearah depan.
- Penendang tidak boleh menyentuh bola untuk kedua kalinya sampai bola tersebut telah menyentuh/disentuh pemain lainnya.
Setelah salah satu tim mencetak gol, tendangan permulaan dilakukan oleh tim lainnya (tim lawannya).
- Seluruh pemain berada dalam setengah lapangannya sendiri. Lawan dari tim yang melakukan kick-off paling kurang 3 m dari bola hingga bola sudah dalam permainan.
- Bola ditempatkan dititik tengah lapangan.
- Wasit memberikan isyarat untuk memulai kick-off.
- Pada saat memulai pertandingan kick-off yang sah, apabila bola ditendang dan bergerak kearah depan.
- Penendang tidak boleh menyentuh bola untuk kedua kalinya sampai bola tersebut telah menyentuh/disentuh pemain lainnya.
Setelah salah satu tim mencetak gol, tendangan permulaan dilakukan oleh tim lainnya (tim lawannya).
F PELANGGARAN DAN SANKSI
- Jika penendang
menyentuh bola untuk kedua kalinya sebelum tersentuh/disentuh oleh pemain
lainnya, maka tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada Tim lawan,
dilakukan dari tempat terjadinya pelanggaran.
- Jika pelanggaran dilakukan oleh pemain didalam daerah pinalti lawan, maka tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti dari tempat terdekat dimana terjadinya pelanggaran tersebut.
- Untuk setiap pelanggaran prosedur kick-off, maka kick-off
- Jika pelanggaran dilakukan oleh pemain didalam daerah pinalti lawan, maka tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti dari tempat terdekat dimana terjadinya pelanggaran tersebut.
- Untuk setiap pelanggaran prosedur kick-off, maka kick-off
F MENJATUHKAN BOLA = BOLA WASIT
Menjatuhkan bola
adalah cara untuk memulai kembali pertandingan setelah penghentian sementara,
menjatuhkan bola merupakan cara untuk melanjutkan pertandingan yang dihentikan
bukan karena bola mati. Atau permainan dihentikan bukan karena bola melewati
garis samping atau garis gawang atau untuk alasan apapun yang tidak disebutkan
dalam peraturan permainan.
F PROSEDUR
Salah seorang Wasit
menjatuhkan bola ditempat dimana bola berada ketika permainan dihentikan,
kecuali jika dia dalam daerah pinalti, dimana dalam hal ini ia menjatuhkan bola
tersebut pada garis daerah pinalti, ditempat terdekat dimana bola berada ketika
pertandingan dihentikan. Permainan dimulai kembali atau bola dalam permainan
ketika bola sudah menyentuh lapangan.
F PELANGGARAN DAN SANKSI
Bola dijatuhkan
lagi/kembali..
- Jika Bola disentuh oleh pemain sebelum bola tersebut menyentuh permukaan lapangan (tanah).
- Jika bola meninggalkan lapangan setelah kontak dengan tanah, tanpa disentuh oleh pemain.
- Jika Bola disentuh oleh pemain sebelum bola tersebut menyentuh permukaan lapangan (tanah).
- Jika bola meninggalkan lapangan setelah kontak dengan tanah, tanpa disentuh oleh pemain.
F KETENTUAN KHUSUS
- Tendangan bebas
diberikan kepada tim bertahan didalam daerah pinalti sendiri, boleh
dilaksanakan dari titik mana saja dalam daerah pinalti.
- Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim penyerang di dalam daerah pinalti tim lawannya, harus dilakukan dari garis daerah pinalti pada titik terdekat dimana pelanggaran dilakukan/terjadi.
- Dropped ball untuk memulai kembali permainan di dalam daerah pinalti, harus dilakukan di atas garis daerah pinalti pada titik terdekat dimana bola berada ketika permainan dihentikan.
- Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim penyerang di dalam daerah pinalti tim lawannya, harus dilakukan dari garis daerah pinalti pada titik terdekat dimana pelanggaran dilakukan/terjadi.
- Dropped ball untuk memulai kembali permainan di dalam daerah pinalti, harus dilakukan di atas garis daerah pinalti pada titik terdekat dimana bola berada ketika permainan dihentikan.
PERATURAN 10 (BOLA DI DALAM DAN DI LUAR
PERMAINAN)
F BOLA DI LUAR PERMAINAN
Bola diluar
permainan, jika :
- Bola secara keseluruhan melewati garis gawang, apakah menggelinding atau melayang.
- Permainan telah dihentikan sementara oleh wasit.
- Bola menyentuh langit-langit.
- Bola secara keseluruhan melewati garis gawang, apakah menggelinding atau melayang.
- Permainan telah dihentikan sementara oleh wasit.
- Bola menyentuh langit-langit.
F BOLA DI DALAM PERMAINAN
Bola dalam permainan
setiap waktu termasuk ketika :
- Bola memantul dari tiang gawang atau memantul palang gawang ke dalam lapangan.
- Bola memantul/menyentuh wasit ketika mereka masih berada didalam lapangan.
- Bola memantul dari tiang gawang atau memantul palang gawang ke dalam lapangan.
- Bola memantul/menyentuh wasit ketika mereka masih berada didalam lapangan.
F KEPUTUSAN
Ketika pertandingan
sedang dimainkan/berlangsung pada lapangan indoor dan secara tidak sengaja bola
menyentuh langit-langit, Permainan akan dilanjutkan kembali dengan tendangan
kedalam, diberikan kepada lawan dari tim yang terakhir menyentuh bola.
Tendangan kedalam dilakukan dari sebuah titik pada garis terdekat dibawah
langit-langit dimana bola menyentuhnya.
PERATURAN 11 (CARA MENCETAK GOL)
F GOL MASUK GAWANG
Kecuali ditentukan
lain dari peraturan ini, dapat dikatakan gol ketika keseluruhan bagian dari
bola melewati garis gawang antara kedua tiang gawang dan dibawah palang gawang,
asalkan bola tersebut tidak dilemparkan, dibawa atau secara sengaja didorong oleh
tangan seorang pemain dari tim penyerang, termasuk penjaga gawang.
F TIM PEMENANG
Tim yang mencetak
jumlah gol paling banyak selama pertandingan adalah pemenangnya. Jika kedua tim
mencetak gol yang sama atau tidak tercetak/tercipta gol, maka pertandingan dinyatakan
imbang atau seri.
F PERATURAN DAN PERTANDINGAN
Untuk suatu
pertandingan yang berakhir seri, peraturan kompetisi boleh menyatakan ketentuan
yang menyertakan perpanjangan waktu atau dilakukan tendangan dari titik pinalti
untuk menentukan pemenangnya.
PERATURAN 12 (KESALAHAN-KESALAHAN
dan KELAKUKAN JAHAT)
F TENDANGAN BEBAS LANGSUNG
Tendangan bebas
langsung diberikan kepada tim lawan, jika seorang pemain melakukan salah satu
dari enam bentuk pelanggaran dibawah ini, dengan pengamatan wasit dan itu merupakan
tindakan yang kurang berhati-hati, kasar atau menggunakan tenaga yang
berlebihan :
- Menendang atau mencoba menendang lawan.
- Mengganjal atau mencoba mengganjal lawan.
- Menerjang lawan.
- Mendorong lawan, meskipun dengan bahunya.
- Memukul atau mencoba memukul lawan.
- Mendorong lawan.
- Menendang atau mencoba menendang lawan.
- Mengganjal atau mencoba mengganjal lawan.
- Menerjang lawan.
- Mendorong lawan, meskipun dengan bahunya.
- Memukul atau mencoba memukul lawan.
- Mendorong lawan.
Tendangan bebas
langsung juga dapat diberikan kepada tim lawan, jika seseorang pemain melakukan
pelanggaran sebagai berikut :
- Memegang lawan.
- Meludah pada lawan.
- Melakukan sliding tackle dalam rangka mencoba merebut bola ketika bola sedang dimainkan/dikuasai oleh lawan. Kecuali untuk penjaga gawang didaerah pinaltinya sendiri dan dengan syarat ia tidak bermain dengan hati-hati, kasar atau menggunakan kekuatan yang berlebihan.
- Menyentuh lawan sebelumya, ketika berusaha menguasai bola.
- Memegang bola secara sengaja, kecuali dilakukan oleh penjaga gawang didaerah pinaltinya sendiri.
- Memegang lawan.
- Meludah pada lawan.
- Melakukan sliding tackle dalam rangka mencoba merebut bola ketika bola sedang dimainkan/dikuasai oleh lawan. Kecuali untuk penjaga gawang didaerah pinaltinya sendiri dan dengan syarat ia tidak bermain dengan hati-hati, kasar atau menggunakan kekuatan yang berlebihan.
- Menyentuh lawan sebelumya, ketika berusaha menguasai bola.
- Memegang bola secara sengaja, kecuali dilakukan oleh penjaga gawang didaerah pinaltinya sendiri.
Tendangan bebas
langsung dilakukan dari tempat dimana terjadinya pelanggaran.
Semua pelanggaran
yang disebutkan diatas merupakan kumpulan pelanggaran yang diakumulasikan.
F TENDANGAN PINALTI
Tendangan pinalti
diberikan, jika seorang pemain telah melakukan pelanggaran didaerah pinaltinya
sendiri, tidak peduli dimana posisi bola, tetapi asalkan bola dalam permainan
atau bola hidup.
F TENDANGAN BEBAS TIDAK LANGSUNG
Tendangan bebas tidak
langsung diberikan pada tim lawan, jika seorang penjaga gawang telah melakukan
salah satu pelanggaran dibawah ini :
- Setelah melepaskan bola dari tangannya, ia menerima kembali dari rekan tim (dengan kaki/tangan), sebelum melewati garis tengah atau sebelum dimainkan atau belum disentuh oleh pemain lawan.
- Menyentuh atau menguasai bola dengan tangannya, dengan secara sengaja dikembalikan kepadanya oleh rekan tim (back pass).
- Menyentuh atau menguasai bola dengan tangannya, setelah ia menerima bola langsung dari tendangan kedalam yang dilakukan oleh rekan tim.
- Menyentuh atau menguasai bola dengan tangannya atau kaki, lebih dari empat detik.
- Setelah melepaskan bola dari tangannya, ia menerima kembali dari rekan tim (dengan kaki/tangan), sebelum melewati garis tengah atau sebelum dimainkan atau belum disentuh oleh pemain lawan.
- Menyentuh atau menguasai bola dengan tangannya, dengan secara sengaja dikembalikan kepadanya oleh rekan tim (back pass).
- Menyentuh atau menguasai bola dengan tangannya, setelah ia menerima bola langsung dari tendangan kedalam yang dilakukan oleh rekan tim.
- Menyentuh atau menguasai bola dengan tangannya atau kaki, lebih dari empat detik.
Tendangan bebas tidak
langsung diberikan pada tim lawan, dilakukan ditempat terjadinya pelanggaran,
jika menurut pendapat wasit seorang pemain:
- Bermain dengan cara yang membahayakan.
- Dengan cara sengaja menghalang-halangi gerakan pemain lawan tanpa ada bola padanya (yang dimaksud bola tidak dalam jarak permainan).
- Mencegah penjaga gawang melepaskan bola dari tangannya.
- Melakukan pelanggaran lainnya yang tidak disebutkan sebelumnya pada Peraturan No.12, yang mana permainan dihentikan untuk memberi peringatan atau mengeluarkan seorang pemain.
- Bermain dengan cara yang membahayakan.
- Dengan cara sengaja menghalang-halangi gerakan pemain lawan tanpa ada bola padanya (yang dimaksud bola tidak dalam jarak permainan).
- Mencegah penjaga gawang melepaskan bola dari tangannya.
- Melakukan pelanggaran lainnya yang tidak disebutkan sebelumnya pada Peraturan No.12, yang mana permainan dihentikan untuk memberi peringatan atau mengeluarkan seorang pemain.
Tendangan bebas tidak
langsung diberikan kepada tim lawan, dari tempat dimana terjadinya pelanggaran.
Kecuali, terjadi didalam daerah pinalti, maka tendangan bebas tidak langsung
dilakukan dari garis daerah pinalti ditempat yang terdekat dimana pelanggaran
terjadi.
F SANKSI DISIPLIN
Kartu kuning dan
kartu merah hanya dapat ditunjukkan kepada para pemain atau para (pemain)
cadangan.
Para wasit memiliki
kekuasaan untuk memutuskan sangsi disiplin kepada para pemain dari sejak ia
masuk lapangan sampai meninggalkan lapangan setelah isyarat peluit akhir.
F PELANGGARAN YANG DIPERINGATKAN
Seorang pemain
diperingatkan dan menunjukkan kartu kuning, jika ia melakukan
pelanggaran-pelanggaran sebagai berikut :
- Bersalah karena melakukan tindakan yang tidak sportif.
- Memperlihatkan perbedaan pendapatnya dengan melontarkan perkataan atau aksi yang tidak baik.
- Tetap melanggar Peraturan Permainan.
- Memperlambat atau mengulur-ulur waktu pada saat memulai kembali permainan.
- Tidak mengikuti perintah untuk menjaga jarak yang ditentukan ketika dilakukan tendangan sudut, tendangan kedalam, tendangan bebas atau tendangan gawang.
- Masuk atau kembali ke lapangan tanpa ijin wasit atau melanggar prosedur pergantian pemain.
- Secara sengaja meninggalkan lapangan tanpa ijin dari wasit.
- Bersalah karena melakukan tindakan yang tidak sportif.
- Memperlihatkan perbedaan pendapatnya dengan melontarkan perkataan atau aksi yang tidak baik.
- Tetap melanggar Peraturan Permainan.
- Memperlambat atau mengulur-ulur waktu pada saat memulai kembali permainan.
- Tidak mengikuti perintah untuk menjaga jarak yang ditentukan ketika dilakukan tendangan sudut, tendangan kedalam, tendangan bebas atau tendangan gawang.
- Masuk atau kembali ke lapangan tanpa ijin wasit atau melanggar prosedur pergantian pemain.
- Secara sengaja meninggalkan lapangan tanpa ijin dari wasit.
Untuk setiap pelanggaran,
dan kepada lawan akan diberikan tendangan bebas tidak langsung, dilakukan
ditempat dimana terjadinya pelanggaran tersebut. Jika pelanggaran ini terjadi
didalam daerah pinalti, maka tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari
garis daerah pinalti pada tempat yang terdekat dimana terjadinya pelanggaran
tersebut dan selain itu kepada pemain itu diberikan peringatan dengan
menunjukkan kartu kuning.
F PELANGGARAN YANG DAPAT MENYEBABKAN PEMAIN DIKELUARKAN
Seorang pemain atau
pemain cadangan dikeluarkan dengan menunjukkan kartu merah, jika ia melakukan
salah satu pelanggaran sebagai berikut :
- Pemain bermain sangat kasar.
- Pemain melakukan tindakan kasar.
- Meludah pada lawan atau orang lain.
- Menghalangi lawan untuk mencetak gol atau kesempatan mencetak gol dengan sengaja memegang bola dengan cara yang tidak diperkenankan dalam peraturan (hal ini tidak berlaku kepada penjaga gawang didalam daerah pinaltinya sendiri).
- Mengagalkan pemain lawan yang berkesempatan menciptakan gol dengan bergerak maju kedepan menuju ke arah gawang pemain tersebut. Dengan melakukan tindakan pelanggaran yang dapat dikenai hukuman melalui tendangan bebas atau tendangan pinalti.
- Mengeluarkan kata-kata yang sifatnya menghina atau kata-kata caci-maki.
- Menerima peringatan (Kartu Kuning) kedua didalam pertandingan yang sama.
- Pemain bermain sangat kasar.
- Pemain melakukan tindakan kasar.
- Meludah pada lawan atau orang lain.
- Menghalangi lawan untuk mencetak gol atau kesempatan mencetak gol dengan sengaja memegang bola dengan cara yang tidak diperkenankan dalam peraturan (hal ini tidak berlaku kepada penjaga gawang didalam daerah pinaltinya sendiri).
- Mengagalkan pemain lawan yang berkesempatan menciptakan gol dengan bergerak maju kedepan menuju ke arah gawang pemain tersebut. Dengan melakukan tindakan pelanggaran yang dapat dikenai hukuman melalui tendangan bebas atau tendangan pinalti.
- Mengeluarkan kata-kata yang sifatnya menghina atau kata-kata caci-maki.
- Menerima peringatan (Kartu Kuning) kedua didalam pertandingan yang sama.
F KEPUTUSAN DAN PENEGASAN
Jika permainan
dihentikan untuk sementara karena pemain melakukan pelanggaran No.6 atau No.7,
tanpa melakukan pelanggaran peraturan lainnya, maka permainan dimulai kembali
dengan tendangan bebas tidak langsung yang diberikan kepada tim lawan dan
dilakukan ditempat dimana pelanggaran awal terjadi. Jika pelanggaran ini
terjadi didalam daerah pinalti, maka tendangan bebas tidak langsung dilakukan
dari garis daerah pinalti pada tempat yang terdekat dimana pelanggaran terakhir
terjadi.
F KEPUTUSAN-KEPUTUSAN
1. Seorang pemain
yang dikeluarkan oleh wasit (send off) tidak dapat ikut kembali kepermainan
yang sedang berjalan, maupun duduk dibangku pemain cadangan dan harus
meninggalkan sekitar lapangan. Pemain cadangan dapat masuk ke lapangan dua
menit setelah rekan timnya dikeluarkan, kecuali tercipta gol oleh lawannya
sebelum masa dua menitnya berakhir, dan pemain secara sah telah diijinkan oleh
pencatat waktu. Dalam hal ini ditetapkan aturan sebagai berikut :
- Jika dalam
permainan terdapat 5 pemain melawan 4 pemain dan tim dengan jumlah pemain yang
lebih besar mencetak gol, maka tim yang hanya dengan 4 pemain dapat memasukkan
pemain kelimanya.
- Jika kedua tim bermain dengan 4 pemain dan terjadi gol, maka kedua tim tetap bermain dengan jumlah yang sama.
- Jika dalam pertandingan dimana terdapat 5 pemain bermain melawan 3 pemain, atau 4 pemain melawan 3 pemain dan tim dengan jumlah pemain yang lebih besar mencetak gol, maka tim dengan 3 orang pemain dapat menambah hanya satu orang pemain lagi.
- Jika kedua tim bermain dengan 3 pemain dan terjadi gol, maka kedua tim tetap dengan jumlah pemain yang sama.
- Jika tim yang mencetak gol adalah salah satu dari tim dengan pemain yang lebih sedikit, maka permainan diteruskan tanpa menambah jumlah pemain.
- Jika kedua tim bermain dengan 4 pemain dan terjadi gol, maka kedua tim tetap bermain dengan jumlah yang sama.
- Jika dalam pertandingan dimana terdapat 5 pemain bermain melawan 3 pemain, atau 4 pemain melawan 3 pemain dan tim dengan jumlah pemain yang lebih besar mencetak gol, maka tim dengan 3 orang pemain dapat menambah hanya satu orang pemain lagi.
- Jika kedua tim bermain dengan 3 pemain dan terjadi gol, maka kedua tim tetap dengan jumlah pemain yang sama.
- Jika tim yang mencetak gol adalah salah satu dari tim dengan pemain yang lebih sedikit, maka permainan diteruskan tanpa menambah jumlah pemain.
2. Tergantung pada
peraturan 12.
Pemain boleh sodorkan/operkan bola ke penjaga sendiri dengan kepala (sundulan pada bola dengan kepala), dengan dada atau lutut dan cara lain, asalkan bola telah melewati garis tengah (lapangan) atau telah menyentuh/disentuh atau dimainkan oleh pemain lawan.
Tetapi, jika menurut pendapat wasit, pemain sengaja melakukan tipuan ketika bola dalam permainan menghindari peraturan ini, pemain itu bersalah, berkelakuan tidak sportif. Pemain diberikan peringatan dan menunjukkan kartu kuning, dan tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan dilaksanakan dari tempat di mana pelanggaran terjadi dalam kondisi seperti itu, tidak ada hubungannya apakah penjaga gawang kemudian menyentuh bola dengan tangannya atau tidak.
Pelanggaran yang dilakukan pemain dalam usaha untuk menghindar dari ketentuan dan makna dari peraturan 12.
Pemain boleh sodorkan/operkan bola ke penjaga sendiri dengan kepala (sundulan pada bola dengan kepala), dengan dada atau lutut dan cara lain, asalkan bola telah melewati garis tengah (lapangan) atau telah menyentuh/disentuh atau dimainkan oleh pemain lawan.
Tetapi, jika menurut pendapat wasit, pemain sengaja melakukan tipuan ketika bola dalam permainan menghindari peraturan ini, pemain itu bersalah, berkelakuan tidak sportif. Pemain diberikan peringatan dan menunjukkan kartu kuning, dan tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan dilaksanakan dari tempat di mana pelanggaran terjadi dalam kondisi seperti itu, tidak ada hubungannya apakah penjaga gawang kemudian menyentuh bola dengan tangannya atau tidak.
Pelanggaran yang dilakukan pemain dalam usaha untuk menghindar dari ketentuan dan makna dari peraturan 12.
3. Menyerang yang
dapat membahayakan keselamatan lawannya, harus diberikan sangsi sebagai pemain
sangat kasar (must be sanctioned as serious foul play).
4. Tiap tindakan
pura-pura di dalam lapangan adalah berniat menipu wasit, harus diberikan sangsi
sebagai kelakuan tidak sportif (must be sanctioned as unsporting behaviour).
5. Pemain yang
melepaskan baju kaos/shirt ketika merayakan suatu gol, harus diberikan
peringatan untuk kelakuan tidak sportif (must be caution for unsporting
behaviour).
sumber: http://www.akemapa.com/2007/05/08/peraturan-futsal-fifa/
gambar: http://google.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar